Beberapa hal yang dapat menjadi penyebab lsteria, berikut diantaranya.

Listeria atau listeriosis merupakan suatu infeksi bakteri yang terjadi akibat keracunan makanan. Infeksi tersebut tidak berbahaya pada setiap individu yang sehat, akan tetapi cukup berbahaya pada wanita hamil, lansia, serta orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuhnya lemah. Berikut beberapa gejala yang dpaat muncul pada setiap individu jika terinfeksi penyakit tersebut. sepertihalnya mual, diare, demam, dan nyeri otot. Gejala di atas bisa muncul beberapa hari setelah penderita mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri Listeria. Pada sebagian kasus, gejala bisa muncul beberapa bulan kemudian. Infeksi listeria ternyata dapat menyebar ke sistem saraf, terutama pada anak kecil, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan yang lemah. Pada kelompok orang tersebut, gejala yang muncul bisa berupa, kejang, sakit kepala, hilangnya keseimbangan pada tubuh. Serta leher yang terasa kaku. Pada ibu hamil, meski ibu yang terinfeksi hanya mengalami gejala ringan, namun beberapa risiko yang dpaat berakibat fatal bisa menimpa bayi dalam kandungannya, seperti, keguguran, lahir mati, bahkan bayi yang lahir dengan prematur. Serta infeksi pada bayi yang baru lahir tersebut. Penyebab listeria terjadi karena faktor dari infeksi bakteri Listeria monocytogenes yang hidup di air, tanah, dan kotoran hewan. Bakteri tersebut ternyata dapat menginfeksi manusia melalui berbagai cara, seperti:

  • Produk makanan kemasan yang terkontaminasi setelah proses produksi.
  • Pada bayi yang masih berada dalam kandungan, bisa tertular dari ibu yang terinfeksi bakteri
  • Konsumsi susu yang tidak di pasteurisasi atau makanan yang dibuat dari susu tanpa pasteurisasi.
  • Konsumsi sayuran mentah yang berasal dari tanah yang terkontaminasi bakteri, menjadi salah satu penyebab listeria itu sendiri.
  • Konsumsi daging hewan yang tercemar bakteri.

Sepertihalnya yang sudah dikatakan sebelumnya, listeria tersebut tidak berbahaya bila terjadi pada orang dengan kekebalan tubuh yang baik, tetapi tetap saja penyakit tersebut  berisiko menimbulkan masalah terhadap:

  • Wanita hamil dan bayi yang dikandungnya.
  • Seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti:

Individu yang sedang mengonsumsi obat penurun daya tahan tubuh, misalnya kortikosteroid, seperti penderita rheumatoid arthritis atau seseorang pasca menerima donor organ.

Pasien yang sedang menjalani kemoterapi.

Penderita diabetes atau penyakit ginjal

Individu yang berusia 60 tahun ke atas.

Penderita AIDS.[

 “dilansir dari laman klikdokter” Infeksi penyakt listeria  ternyata juga dikenal dengan sebutan listeriosis. Kondisi tersebut  disebabkan oleh bakteri yang disebut Listeria monocytogenes. Bakteri jenis ini paling sering ditemukan pada makanan yang mengandung melon, sayur mentah, daging tertentu. Bahkan produk susu yang tidak dipasteurisasi. Listeriosis bukan merupakan kondisi yang serius pada sebagian besar orang. Bahkan gejala dan tandapun dapat tidak ditunjukkan dari infeksi tersebut, dan terdapat komplikasi yang cukup jarang ditemui. Namun, bagi sebagian kecil lainnya, kondisi tersebut dapat menunjukkan tanda dan gejala yang cukup berbahaya. Listeriosis dapat terjadi setelah seseorang berkontak dengan bakteri Listeria monocytogenes. Sering kali, seseorang dapat terinfeksi oleh listeriosis setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Bayi baru lahir juga dapat tertular kondisi ini dari ibunya. Bakteri penyebab listeriosis tersebut sepertihalnya sesuatu yang hidup di tanah, air, dan feses hewan. Selain itu, bakteri tersebut juga dapat hidup pada makanan, peralatan produksi makanan, dan pendingin makanan. Listeriosis sering kali ditularkan melalui:

  • Produk susu yang tidak dipasteurisasi, termasuk keju lunak dan susu
  • Produk susu yang diproses, termasuk es krim
  • Daging yang diproses, termasuk daging olah dan makanan lain yang disimpan di tempat dingin
  • Sayur dan buah yang mentah
Sumber: Godok.com



[1] Sumber referensi Alodokter.com

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*